IBU BIJAK, BANGSA KUAT

Oleh       :  Ima Rifiyanti  (Dokter Umum Puskesmas Gucialit, Lumajang)

Indonesia sedang berusaha untuk mencapai tujuan dalam Millenium Development Goals (MDG’s) ,sebuah bentuk pengakuan dunia internasional akan kualitas suatu bangsa. Salah satu butir dalam MDG’s yang sangat ingin kita penuhi adalah menurukan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Anak (bayi & balita).

Berbagai strategi  telah dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan dalam pencapaian MDG’s bidang kesehatan. Semua segmen usia juga telah mempunyai program strategi   yang terangkum dalam Kesehatan Keluarga (Kesga). Itu berarti warga negara Indonesia telah dibuatkan garis haluan bagaimana hidup sehat dan berkualitas  sejak dalam kandungan hingga kakek nenek. Ibu sebagai rantai utama memegang peranan penting dalam kesuksesan program tersebut. Walaupun  demikian peran ayah juga mulai didorong untuk tampil. Dan menurut hemat penulis mau tidak mau peran orang tua dan bagaimana menjadi orang tua yang bertanggung jawab harus mulai dipikirkan sebagai isu sentral salam pembangunan kesehatan kita,agar lahir kesadaran kolektif dan pro aktif dalam penyehatan  keluarga sebagai salah satu parameter visi sukses pasangan orang tua.

Mempunyai anak yang sukses menjadi dambaan para orang tua.  Bagi penulis pribadi pencapaian MDG’s secara tidak langsung bisa dijadikan jaminan akan lingkungan (pemerintah/system)  yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung keberhasilan seorang anak kelak. Dengan kesadaran tersebut, maka tidak pada tempatnya apabila kita “hanya” menyerahkan keberhasilan anak-anak kita hanya kepada lingkungan (sekolah, guru, kebijakan pemerintah dll) akan tetapi  orang tua sebagai nahkoda harus pandai dalam memanfaatkan potensi lingkungan tersebut untuk mengemban amanah Allah SWT. Ibu , merupakan sosok yang potensial dalam mengimplementasikan itu semua. Seorang ibu harus senantiasa belajar, bertanya dan berlatih bagaimana memberikan pola asuh yang baik pada anak-anaknya. Seorang ibu hendaknya mempunyai forum sharing,curhat atau  komunitas agar permasalahan yang dihadapai dalam membina keluarga khususnya mengasuh anak dapat dikonsultasikan . Sebagai contoh forum sharing antara lain posyandu, kelas ibu, pengajian-pengajian, forum keluarga besar, arisan , milis parenting atau forum-forum berbasis hobi dan profesi. Seorang ibu juga harus bijak memanfaatkan sumber daya informasi dan teknologi yang ada mulai dari media cetak, elektronik dan internet.

Seorang ibu  terlahir dengan perasaan yang kuat dan intuisi yang tajam. Ini adalah bekal utama dalam mengasuh anak. Walaupun Intuisi ibu sangat layak dipercaya,namun dalam mengasuh anak,ibu tidak bisa hanya mengandalkan intuisi . Ada seni, ada sains/ ilmu dalam mengasuh (mendidik, menyehatkan) anak yang mau tidak mau harus dipelajari. Bagaimana cara mengajarkan kebiasaan(habituation) ,bagaimana membentuk pola pikir  sehingga membentuk karakter dan bagaimana menanamkan keyakinan hidup pada anak  adalah beberapa hal yang tidak mungkin dicapai tanpa ilmu.

Parent Education: salah satu cara peningkat pengetahuan orang tua mengasuh anak (by: nrl)

Salah satu tanggung jawab orang tua yang  sangat sederhana tapi sangat bermakna bagi hidup anak kita kelak adalah memberikan  lingkungan yang alami dan sehat

Memberikan lingkungan yang sehat bagi anak termasuk didalamnya adalah menjaga agar udara yang dihirup oleh anak-anak  kita adalah udara bersih,tidak  tercemar asap rokok dan polusi. Menyiapkan air minum yang bersih dan sehat, menyediakan makanan segar  yang mengandung bahan makanan yang berkualitas, bersih , mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh anak kita dan tidak lupa menyajikan dalam menu yang menarik, penuh warna dan penuh cinta.

Kemiskinan seringkali  menjadikan usaha kita dalam memenuhi itu semua menjadi surut. Hal yang tak bisa dipungkiri,tapi bukan berarti tidak dapat dipecahkan. Indonesia merupakan negara makmur yang diberkahi dengan hujan melimpah dan sinar matahari sepanjang tahun. Eksplorasi bahan makanan alami yang murah dan tehnik penyajian dapat menjawab kekhawatiran para ibu. Protein jamur tak kalah kaya dari susu, dan potensi peternakan kita sangat melimpah. Selain dapat menggairahkan perekonomian rakyat juga meningkatkan kualitas bahan makanan yang lebih alami. Sayur bisa kita tanam sendiri di halaman rumah, bahkan menanam buah dalam pot bisa membuat kita bak petani kaya raya yang bisa panen buah sepanjang tahun. Minum susu segar dari peternak-peternak lokal bisa jadi  lebih sehat dan murah daripada mengkonsumsi susu instan. Membuat minuman alami dari rempah-rempah akan lebih menyehatkan daripada mengkonsumsi softdrink.

Para ibu memang harus telaten dalam mengubah gaya hidup keluarga menuju gaya hidup sehat. Tapi kalau kita menjadikan hal ini sebagai gerakan bersama, maka akan terasa ringan karena terbiasa dan akhirnya membentuk karakter. Karakter bangsa yang bermartabat dan mandiri.

Puskesmas merupakan tempat  terdekat dan terjangkau bagi para ibu untuk menanyakan segala hal tentang paparan yang telah tersebut di atas. Temui dokter puskesmas, sanitarian, ahli gizi  atau paramedis dan staf puskesmas untuk membantu para ibu. Dengan kesadaran para ibu dan diikuti dengan tindakan nyata dalam menyehatkan keluarga,maka pemerintah akan sangat terbantu  dalam menyehatkan bangsa . Yakinlah, bahwa hal tersebut adalah tugas utama para Ibu dalam mengemban amanah Allah, jauh melampaui tugas-tugas sosial yang lain. Dengan demikian anda para Ibu yang bijak akan menjadi  pahlawan-pahlawan yang akan menghasilkan generasi  bangsa Indonesia yang lebih sehat, bermartabat, dan berbudaya.

BERDAMAI DENGAN PRE EKLAMPSIA

Oleh   : dr. Ima Rifiyanti (Kepala Puskesmas Gucialit  Lumajang)

Membaca judul di atas, mungkin pembaca bertanya-tanya, apakah gerangan maksudnya. Pre Eklampsia dalam bahasa  popular dikenal sebagai Keracunan kehamilan.selama ini merupakan momok menakutkan, bagi para   ibu hamil karena bisa berkembang menjadi eklampsia (kejang dalam kehamilan). Pre Eklampsia/Eklampsia (PE/E) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di sermua negara termasuk Indonesia . WHO 2004  merilis data bahwa sekitar 585 000 perempuan meninggal dunia setiap hari akibat komplikasi kehamilan, persalinan dan aborsi yang tidak aman. Itu berarti setiap satu menit satu orang perempuan meninggal dunia . Di Indonesia dari lima juta kelahiran hidup setiap tahunnya diperkirakan 20.000 wanita meninggal dunia akibat kehamilan atau persalinan . Dan sebesar 13% diantaranya disebabkan karena pre eklampsia/eklampsia. Sedangkan eklampsia bersamaan dengan infeksi dan pendarahan bisa mencapai 75-80% penyebab kematian maternal. Tulisan ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman, khususnya pengalaman mengalami pre eklampsia yang penulis alami sendiri, bagaimana penulis melewati hari-hari  yang mendebarkan menunggu kelahiran bersama  Si Pre Eklampsia, hingga akhirnya penulis memutuskan untuk “berdamai” dengan tamu tak diundang ini. Menikmati kebersamaan sambil mewaspadai berbagai kemungkinan yang terjadi berbekal optimisme tinggi & kepasrahan total pada Allah SWT sehingga akhirnya takdir Allah membawa  penulis dalam kebahagiaan akan lancarnya proses persalinan &lahirnya bayi yang sehat.

Pre Eklampsia  adalah penyakit yang mengenai ibu hamil, yang ditandai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan proteinuri (ditemukannya protein dalam urin). Penyakit ini biasanya timbul pada trimester ketiga kehamilan, biasanya  mulai  usia kehamilan 20 minggu. Hipertensi seringkali merupakan gejala yang muncul lebih dulu ditandai dengan kenaikan tekanan darah sistolik >30  mmHg dari nilai normal atau mencapai 140 mmHg dan kenaikan tekanan darah diastolik >15 mmHg atau mencapai 90 mmHg. Agar lebih afdol pemeriksaan tekanan darah dilakukan dua kali berturut-turut dalam kondisi istirahat selang waktu 6 jam. Setelahnya bisa muncul proteinuria . Proteinuria ditandai dengan ditemukannya protein dalam urin 24 jam yang kadarnya melebihi 0.3 gram/liter atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan 1+ atau 2+ . Biasanya pemeriksaan kualitatif inilah yang dipakai di puskesmas-puskesmas dan bidan desa.   Umumnya proteinuria timbul lebih lambat, sehingga adanya proteinuria harus dianggap sebagai tanda yang serius. Selain dua tanda di atas, adanya edema (bengkak) karena adanya penumpukan cairan secara umum dan berlebihan di jaringan tubuh harus tetap diwaspadai. Edema dapat menyebabkan kenaikan berat badan tubuh. Normalnya, wanita hamil mengalami kenaikan berat badan sekitar 0.5 kg per minggu. Apabila kenaikan berat badannya lebih dari normal, perlu dicurigai bahwa itu akibat edema yang merupakan tanda  pre-eklampsia.
Preeklampsia pada perkembangannya dapat berkembang menjadi eklampsia, yang ditandai dengan timbulnya kejang . kalau sudah terjadi kejang ibu hamil rawan menderita  DIC (Disseminated intravascular coagulation) yang menyebabkan kerusakan kompleks  berbagai organ, sehingga eklampsia dapat berakibat fatal hingga kematian.

Preeklampsia dapat ditemui  terutama kehamilan pertama. Kejadian pre eklampsia tinggi pada wanita yang usia kehamilan pertamanya  kurang dari 25 tahun, sedangkan pada usia lebih dari 35 tahun bisa terjadi hipertensi laten dan pre eklampsia berat. Riwayat pre-eklampsia/eklampsia pada ibu/nenek penderita juga di tengarai sebagai faktor resiko terjadinya pre eklampsia/eklampsia.

Faktor lain adalah di duga  adanya suatu sifat resesif (recessive trait), yang ditentukan genotip (sifat gen yang tidak tampak) pada ibu dan janin. Dari satu penelitian disebutkan pula bahwa  kekurangan kalsium berhubungan dengan angka kejadian pre eklampsia/eklampsia yang tinggi. Angka kejadian juga lebih tinggi pada ibu hamil yang obese/ overweight.

Pre eklampsia /Eklampsia yang tidak tertangani dengan baik 4,9 kali lebih besar kemungkinannnya akan mengalami kematian perinatal/kematian bayi. Sedangkan kematian ibu biasanya disebabkan oleh gagalnya fungsi organ-organ termasuk ginjal dan hati. Janin juga rentan mengalami sindroma Pertumbuhan Janin Terganggu (PJT) sehingga bisa berakibat prematuritas janin, Berat bayi Lahir rendah (BBLR) dan gangguan pembentukan organ-organ tertentu.

Nyeri kepala yang amat sangat, terutama pada awal-awal kehamilan , penambahan berat badan bumil yang melebihi normal dan pandangan mata kabur adalah beberapa gejala pre eklampsia/eklampsia. Namun tanda-tanda ini tidak selalu ada, dan walaupun ada bisa bersifat sepintas, atau pada saat muncul kondisi bumil sebenarnya sudah diambang kegawatan.

Oleh karenanya tidak ada solusi lain dan tidak ada lalasan lain untuk mengetahui sedini mungkin adanya pre eklampsi/eklampsia adalah dengan cara pemeriksaan bumil ke tenaga kesehatan (bidan, dokter, dokter ahli kandungan ) secara teratur. Apabila memang positif diketahui adanya pre eklampsia/eklampsia  kunjungan harus ditingkatkan agar tidak terjadi kegawatan ibu dan janin.

Dengan  terapi konservatif (menggunakan obat) dan  istirahat cukup  bumil bisa  melalui pre eklampsia dengan selamat. Inti dari pengobatan pre eklampsia/eklampsia adalah mencegah tekanan darah naik tak terkendali dan mengenali kapan saat kegawatan terjadi  Maka pengobatan dilakukan dengan minum anti hipertensi yang aman antara lain Nifedipin 2-3 kali 5-10 mg  Bagi yang memilih pengobatan herbal dapat mengkonsumsi Habbatus Tsauda(Nigella Sativa/jintan hitam) kemasan kapsul 3 kali 2 kapsul setiap hari. Selain itu dari salah satu penelitian ditemukan bahwa konsumsi kalsium 1 gram per hari dapat  mencegah komplikasi pre eklampsia/ eklampsia. Vitamin juga patut dipertimbangkan di mana bisa memilih vitamin yang mengandung anti oksidan untuk menjaga permeabilitas dinding pembuluh darah .

Dengan ikhtiar di atas ditambah istirahat cukup ,menurut pengalaman penulis dapat menyelamatkan ibu dari perdarahan otak dan gagal organ, juga menyelamatkan bayi dari prematuritas dan komplikasi lainnya. Kehamilan bisa diterminasi /diakhiri bila menginjak usia kehamilan minimal 37 minggu atau lebih. Jika sebelum usia kehamilan 37 minggu didapatkan nyeri kepala amat sangat , pandangan kabur dan tekanan darah melonjak drastis sebaknya langsung menghubungi dokter spesialis kandungan&kebidanan.

Hal yang penulis yakin sangat berpengaruh pada penyembuhan pre eklampsia/eklampsia adalah berdamai dengan penyakit itu sendiri. Keikhlasan akan membawa ketenangan dan kepasrahan akan apapun hasil dari ikhtiar kita yang maksimal. Dan yang tidak kalah pentingnya bahkan amat penting yaitu berdoa memohon kebaikan dari Allah SWT serta memperbanyak sedekah. Wallaahu a’lam bish showwab.

Antara Gucialit, Kopi, dan Kesehatan

sumber: instagram @jeffrey_afriel

Di Indonesia, awalnya produksi kopi kurang lebih 3% sampai 4% dari produksi dunia. Hingga saat ini perkebunan kopi di Indonesia terus berkembang. Perkembangan kopi membawa Indonesia menghasilkan jenis kopi robusta. Di Jawa Timur, kopi paling banyak menyebar di Malang dan Kediri, kemudian  menyebar sampai ke Besuki (Wahju Muljana, 2003). Banyaknya kedai kopi di Jawa Timur, saat ini kopi tidak hanya di Malang, Kediri, ataupun Besuki, tapi juga menyebar luas hingga ke Lumajang terutama Kecamatan Gucialit.

sumber: instagram @kedaidesadingin

Masyarakat Kecamatan Gucialit sangaat terkenal akan kegemaran minum kopi. Hal ini dibuktikan dengan saat Kantor Perkebunan menggelar festival kopi Lumajang dengan tema Kolesem (Kopi Lereng Semeru),  puluhan pemilik warung/cafe dan kelompok petani kopi Gucialit ikut dalam festival ini. Kedai Dingin Gucialit berhasil meraih sebagai pemenang pertama dalam  katagori cita rasa kopi warung/cafe dengan racikan kopi robusta dan arabika (lumajangsatu.com).

Kopi merupakan minuman yang paling digemari saat ini. Saat sarapan pagi, saat kerja, saat online, kopi pun hadir menemani. Moment minum kopi yang sangat spesial menyebabkan istilah coffee break pun muncul di setiap acara resmi seperti seminar, lokakarya, rapat dan pertemuan resmi. Dalam sehari, penggemar kopi bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi untuk menemani aktivitas di pagi, siang, sore, dan malam hari. Sekalipun demikian, kenyataannya jarang diamati apa dampak negatif kopi bagi kesehatan. Hal  yang sering diketahui setelah minum kopi adalah badan terasa segar dan rasa kantuk hilang. Pola konsumsi kopi secara perlahan mampu merubah kebiasaan masyarakat menjadi sebuah bagian dari gaya hidup.

Sebenarnya, kopi mengandung sejenis senyawa kimia turunan xantin, yang kita kenal dengan nama kafein. Kafein merupakan senyawa kimia alkoholid yang dikenal sebagai trimetilsanin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%. Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosine dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin. Kafein dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak) sistem pernafasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Tidak heran jika setiap kita minum kopi dalam jumlah yang wajar (1-3 cangkir), tubuh kita akan terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah, atau  mengantuk. Dampak positif ini hanya berlaku untuk orang yang belajar ilmu sosial atau ilmu hafal, namun tidak berlaku untuk orang yang pekerjaannnya membutuhkan ketelitian, kerapian, dan ketepatan menghitung (Eti Syahrianti, 2009).

sumber: instagram @kedaidesadingin

Orang Indonesia hanya mengenal 2 jenis kopi saja, yaitu kopi tubruk dan kopi instant atau yang dikenal dengan kopi arabika dan kopi robusta. Setidaknya, ada 4 jenis kopi, yaitu arabika, robusta, liberika, dan excelso. Kopi liberika peredarannya sangat kecil dibandingkan jenis kopi yang lainnya. Liberika banyak terdapat di pedalaman Kalimantan dan sudah berabad lamanya menjadi minuman tradisional suku Dayak.

Sementara itu, jenis arabika merupakan kopi tradisional dan pada umumnya dianggap paling enak rasanya. Lain halnya dengan kopi robusta, kopi ini diyakini memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Kopi robusta biasanya tidak dinikmati sendiri karena rasanya yang pahit dan asam. Kopi robusta dengan kualitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso. Macam-macam kopi yang sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah Espresso, Macchiato, Cappuccino, Marachino, Ristretto, Long Black, Short Macchiato, Long Macchiato, Flat White, Latte, Mocha, dan Affogato.

Selain manfaatnya untuk kesehatan, ternyata kopi juga memiliki keburukan, salah satunya adalah ketergantungan. Pada dosis sedang kafein akan meningkatkan produksi asam lambung sehingga dapat memperbesar resiko penyakit lambung, tukak lambung, atau tukak usus halus. Minum kopi berbahaya bagi penderita hipertensi karena bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Kopi juga meningkatkan aliran darah ke ginjal sehingga produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau setelah mengkonsumsi kopi, kandung kemih menjadi cepat penuh.

Minum kopi terlalu banyak juga bisa mengurangi kesuburan pada wanita, terlebih bila dikombinasikan dengan alkohol. Pada wanita usia menopause, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah  resiko osteoporosis. Kafein dalam kopi juga dapat menimbulkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang, dan cepat marah. Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein karena dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin, kopi dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuk kopi pada ibu hamil adalah menyebabkan keguguran. Faktor yang mempengaruhi efek samping kopi adalah dosis, adaptasi tubuh, sinyal bahaya, dan kondisi tubuh, sedangkan faktor yang menimbulkan efek samping kopi adalah kandungan kafein, frekuensi dalam mengkonsumsi, jumlah atau takaran saji, dan cara penyajian (Bealer, 2010).

Fakta yang salah tentang kopi yaitu kopi identik dengan rokok, kopi dianggap bertanggung jawab atas terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta kanker paru-paru. Kopi dimasukkan ke dalam kategori golongan minuman tidak sehat kerena kandungan kafein. Kandungan kafein pada kopi mampu menghilangkan kantuk dan mempercepat detak jantung serta meningkatkan kekhawatiran dan kegelisahan, mengkonsumsi 100 gram kopi adalah mematikan.

Ternyata di kalangan masyarakat, orang masih belum banyak yang mengetahui tentang efek samping kopi bagi kesehatan. Mereka hanya merasakan kenikmatan yang diberikan kopi, hingga mereka tidak sadar sehari telah menghabiskan beberapa gelas kopi. Jika anda sudah mengalami dampak negatif kopi, maka anda dapat mengatasinya dengan mengubah beberapa kebiasaan buruk anda (by Vidia; edited: nrl).

 

Sumber:

Syahrianti, Eti. 2009. I Love Coffe n Tea.

Braler, Bonnie K. 2010. Mircle of Caffein

Meriahkan HKN, Puskesmas Gucialit Screening PTM

 

Gucialit, Lumajang – 08 Desember 2016 – Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Gucialit tidak seperti biasanya. HKN tahun ini dimeriahkan dengan kegiatan istimewa teruntuk para lansia, yaitu screening Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan ini dilaksanakan di balai Desa Gucialit (Selasa, 06 Desember 2016) dan di balai Dusun Sidorukun (Rabu, 07 Desember 2016). Antusiasme masyakarat mengikuti kegiatan ini tergolong tinggi. Dalam dua hari, 174 penduduk mengikuti kegiatan ini. Pemeriksaan dalam kegiatan ini meliputi pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan gula darah.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memeriahkan HKN Tahun 2016, deteksi dini penyakit tidak menular, sekaligus memberikan pelayanan lebih dekat bagi masyarakat yang jarang berkunjung ke Puskesmas. Sebelum kegiatan pemeriksaan, masyarakat juga diberikan penyuluhan terlebih dahulu terkait apa itu penyakit tidak menular. Salah satu isi dari materi penyuluhan adalah upaya yang harus dilakukan dalam menghindari penyakit tidak menular.

“CERDIK merupakan upaya dalam menghindari penyakit tidak menular. CERDIK ini merupakan sebuah singkatan dari cek tekanan darah secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress,” ujar Kak Azizah, tenaga kesehatan teladan Puskesmas Gucialit.

Penyakit tidak menular yang menyerang manusia mempunyai durasi panjang. Terdapat empat  jenis penyakit tidak menular menurut WHO. Penyakit-penyakit tersebut antara lain penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung/stroke), kanker, diabetes, dan penyakit pernafasan kronis. (dna.zeze/edit:nrl)

DESA GUCIALIT MENANGKAN LOMBA DESA BERSERI

 

Desa Gucialit akhirnya berhasil menjadi juara pertama dalam Lomba Desa Berseri Tingkat Kabupaten Lumajang. Oleh karenanya Desa Gucialit akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup untuk maju dalam lomba desa Berseri Tingkat Provinsi Jawa Timur. Hal ini merupakan prestasi bagus yang telah dicapai oleh segenap masyarakat Gucialit.

sumber: hangoutbareng.files.wordpress.com

Dalam penilaian Desa Berseri ini poin penting yang mendominasi penilaian adalah tata cara pengolahan sampah yang benar. Sampah harus dipilah sesuai kategorinya. Setelah dipilah-pilah maka sampah harus dikelola sesuai jenisnya. Sampah organik didaur ulang untuk menghasilkan pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik dipilah sesuai jenisnya dan dibedakan antara yang dapat didaur ulang dengan yang tidak. Sampah anorganik bisa diproses ulang di pabrik atau dijadikan kerajinan yang dapat dipakai sendiri ataupun dijual. Proses pemilahan sampah anorganik ini dilakukan oleh masyarakat melalui Bank Sampah. Sedangkan proses pemilahan antara sampah organik dan anorganik dilakukan di rumah masing–masing warga. Apabila masing-masing rumah dapat memilah sampahnya sendiri, maka proses mendaur ulang sampah anorganik akan mudah.

sumber: http://i3.ytimg.com

Selain masalah pengolahan sampah, hal lain yang diperhatikan dalam penilaian lomba Desa Berseri ini adalah masalah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai area hijau. Pekarangan harus ditanami dengan berbagai macam tanaman yang bermanfaat. Selain sebagai usaha meningkatkan ketahanan pangan juga meningkatkan suplai oksigen di lingkungan sekitar.

sumber: http://2.bp.blogspot.com

Dalam arahan yang diberikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup disampaikan bahwa hal yang penting diperbaiki di Desa Gucialit adalah pemilahan sampah dan peningkatan aktifitas di Bank Sampah. Walaupun sudah terdapat Bank Sampah, namun masih banyak warga yang salah dan kurang efektif dalam memilah sampah. Dalam memilah sampah diperlukan pengetahuan, usaha keras, dan kedisiplinan warga dalam memilah sampah. Dari ketiga hal tersebut dalam memilah sampah, maka akan lebih mudah melakukan reuse dan recycle. Selain itu pengurangan penggunaan plastik harus ditingkatkan, hal ini akan sangat membantu terciptanya Desa Berseri. (by: Ima; edit: nrl)

BENCHMARKING KE SLEMAN, YOGYAKARTA

Baru-baru ini Puskesmas Gucialit bersama 10 Puskesmas lain se-Kabupaten Lumajang mengikuti benchmarking atau kaji banding ke tiga Puskesmas di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogykarta (DIY). Acara yang diselenggarakan oleh Badan Diklat ini diharapkan dapat membantu Puskesmas di Lumajang untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang hal-hal yang harus dicapai untuk menjadi Puskesmas yang terakreditasi.

Tim Puskesmas Gucialit yang  dipimpin langsung oleh dr.Ima Rifiyanti mendapatkan kesempatan untuk belajar pada Puskesmas Depok I. Banyak perbedaan signifikan antara Puskesmas Gucialit dan Puskesmas Depok I, akan tetapi masing- masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Puskesmas Depok I telah mendapatkan sertifikat ISO terlebih dahulu sebelum terakreditasi. Selain itu pengelolaan keuangannya berbasis BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Dengan sistem ini tidak ada layanan gratis di sana kecuali masyarakat miskin (maskin). Bagi yang tidak miskin maka wajib memakai asuransi/JKN atau membayar. Selain itu inovasi yang dilakukan oleh Depok I berbasis layanan perorangan, yaitu kesehatan haji dan jiwa,  sedangkan upaya program inovasi Puskesmas Gucialit berbasis pemberdayaan masyrakat (Suami Siaga).

Menurut dr. Ima banyak manfaat yang telah dirasakan oleh teman-teman staf yang ikut acara kaji banding ini. Diskusi dan sharing dengan sesama karyawan Depok I sangat memperkaya pengetahuan. Observasi implementasi dari instrumen akreditasi juga membuat kita bisa memaknai lebih nyata dari elemen-elemen penilaian akreditasi.

Selain Puskesmas Gucialit, terdapat sembilan Puskesmas lain yang ikut dalam kaji banding ini, antara lain Puskesmas Sukodono, Ranuyoso, Tempeh, Candipuro, Pasirian, Sumbersari, Kunir, Jatiroto, dan Bades. (by:Ima)

GUCIALIT AKAN JADI PILOT PROJECT PATEN KABUPATEN LUMAJANG

 

Kecamatan Gucialit beserta UPT terkait (Puskesmas Gucialit & UPT.Pendidikan) baru-baru ini diundang dalam acara Lokakarya Pemetaan Kecamatan Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kabupaten/Kota  Dampingan KOMPAK Provinsi Jawa Timur. Acara ini digelar di Ballroom Shantika Premier Gubeng, Surabaya, 20-22 Desember 2016. Sebanyak empat kabupaten dampingan dan beberapa kabupaten non dampingan KOMPAK hadir untuk mendiskusikan apa peran kecamatan kedepannya agar pelayanan publik kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik. Dalam hal ini, Kabupaten Lumajang diwakili oleh dua kecamatan dampingan KOMPAK, yaitu Kecamatan Pasirian dan Gucialit. Sedangkan peserta lainnya mewakili instansi terkait terdiri dari instansi tingkat Kabupaten, Bappeda, bagian organisasi, bagian hukum, DPKAD, Forum Lumajang Sehat, unsur kecamatan, UPT Pendidikan, Puskesmas, dan perwakilan Kepala Desa.

Menurut Dokter Ima Rifiyanti, Kepala Puskesmas Gucialit yang hadir dalam acara tersebut, pemetaan peran kecamatan akan bermuara pada pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat. Hal ini diharapkan akan mempercepat pelayanan dasar di Kecamatan.

 

PUSKESMAS GUCIALIT GELAR WORKSHOP ARTIKEL KESEHATAN POPULER

 

sumber gambar: www.maxmanroe.com

Dalam rangka memperingati hari HIV–AIDS se-dunia tahun 2016 Puskesmas Gucialit mengadakan workshop Penulisan Artikel Kesehatan Populer. Acara ini digelar pada tanggal 14 Desember 2016 di Balai Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit. Hadir sebagai pembicara Bpk. Suharyo, penulis senior Lumajang yang juga sebagai pemimpin redaksi majalah Sakinah dan sakinahpenyejukhationline.com. Suharyo menyampaikan materi tentang jenis–jenis tulisan, tips menulis, dan praktek praktis menulis. Suharyo memberi apresiasi terhadap Puskesmas Gucialit  yang mau mengadakan acara yang jarang diminati ini. Menurut Suharyo siapapun bisa menulis asal mau berlatih. Jika sudah menulis, maka harus ada wadah untuk menampung dan mengapresiasi tulisa itu, agar penulis tetap semangat dalam berkarya.

Dalam acara ini hadir 25 peserta dari sekolah menengah pertama se-Kecamatan Gucialit dan dari unsur Karang Taruna Desa Kenongo. Dua puluh lima peserta yang hadir ini diharap bisa menindaklanjuti hasil workshop dengan mengirim artikel bertema HIV AIDS kepanitia. Tiga artikel terbaik akan diberi penghargaan. Sedangkan semua artikel akan diunggah di website resmi Puskesmas Gucialit. Ima Rifiyanti, Kepala Puskesmas Gucialit sangat senang atas terselenggaranya acara ini. Sengaja dipilih Balai Desa Kenongo karena Ima ingin memberi penegasan bahwa acara ini dilaksanakan berbasis pemberdayaan desa dengan kolaborasi dana Desa Kenongo dan Puskesmas. Selain itu juga sebagai stimulan bagi desa lain agar berlomba-lomba menggunakan dana desa untuk ranah pendidikan dan kesehatan. Ima berharap agar peserta workshop bisa didampingi oleh tim website Puskesmas Gucialit dan akan dibentuk komunitas penulis atau semacam citizen journalism. Selanjutnya peserta yang tergabung dalam jurnalis warga ini akan menjadi juru kampanye sehat yang akan mengkampanyekan gaya hidup sehat di masyarakat terutama di kalangan muda. Ima mengatakan perkembangan isu di medsos yang amat cepat harus dimaknai positif sebagai sumber daya informasi yang bermanfaat. Selain itu, masyarakat Gucialit juga sudah mulai familiar dengan internet. Maka tidaklah berlebihan kiranya jika Puskesmas Gucialit mulai melirik website sebagai media informasi dan komunikasi dengan masyarakat pengguna layanan (by: Ima).

Kolaborasi Puskesmas Gucialit dan PMI, Wujudkan Sekolah Sehat

photo by: nrl

photo by: nrl

Gucialit, Lumajang –29 Oktober 2016– HUT PMI ke-71 digelar di Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dibuka dengan peresmian bantuan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dari PMI serta mitranya di beberapa sekolah di Kecamatan Gucialit. Bantuan PMI ini diresmikan oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala PMI Cabang Lumajang. Sekolah yang ditunjuk sebagai perwakilan adalah SDN 3 Gucialit. Kegiatan ini dimeriahkan dengan senam cuci tangan oleh siswa-siswi SDN 3 Gucialit. Bantuan fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) ini telah dilakukan sejak setahun yang lalu.

photo by: nrl

Bersama dengan promkes dan sanitarian Puskesmas Gucialit, PMI juga melakukan promosi kesehatan kepada para siswa-siswi SDN di Kecamatan Gucialit. Kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan meliputi edukasi cara mencuci tangan, kebersihan diri, serta sikat gigi bersama. Selain di SDN 3 Gucialit, terdapat beberapa sekolah lainnya yang mendapat bantuan PMI seperti SDN 2 Wonokerto, SDN 4 Gucialit, dan SDN 1 Gucialit.

Bantuan WASH ini merupakan kerjasama antara PT Samsung Electronics Indonesia (SENI) dengan Palang Merah Korea, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). Bantuan WASH merupakan bantuan terkait dengan pemberdayaan air bersih dan sanitasi. Program WASH di Gucialit ini telah dimulai mulai 2015. (by:nrl)

photo by: nrl

Suami siaga – Pameran di Kupang

img-20160914-wa0000Beberapa waktu lalu KEMENPANRB mengunadang pemerintah kabupaten Lumajang untuk mengikuti pameran pelayanan publik di NTT. Hal ini dimaksudkan untuk transfer atau replikasi inovasi layanan publik

Categories

Find a Doctor


Temukan tenaga medis dan staff kami disini.

Search Staff