Antara Gucialit, Kopi, dan Kesehatan

sumber: instagram @jeffrey_afriel

Di Indonesia, awalnya produksi kopi kurang lebih 3% sampai 4% dari produksi dunia. Hingga saat ini perkebunan kopi di Indonesia terus berkembang. Perkembangan kopi membawa Indonesia menghasilkan jenis kopi robusta. Di Jawa Timur, kopi paling banyak menyebar di Malang dan Kediri, kemudian  menyebar sampai ke Besuki (Wahju Muljana, 2003). Banyaknya kedai kopi di Jawa Timur, saat ini kopi tidak hanya di Malang, Kediri, ataupun Besuki, tapi juga menyebar luas hingga ke Lumajang terutama Kecamatan Gucialit.

sumber: instagram @kedaidesadingin

Masyarakat Kecamatan Gucialit sangaat terkenal akan kegemaran minum kopi. Hal ini dibuktikan dengan saat Kantor Perkebunan menggelar festival kopi Lumajang dengan tema Kolesem (Kopi Lereng Semeru),  puluhan pemilik warung/cafe dan kelompok petani kopi Gucialit ikut dalam festival ini. Kedai Dingin Gucialit berhasil meraih sebagai pemenang pertama dalam  katagori cita rasa kopi warung/cafe dengan racikan kopi robusta dan arabika (lumajangsatu.com).

Kopi merupakan minuman yang paling digemari saat ini. Saat sarapan pagi, saat kerja, saat online, kopi pun hadir menemani. Moment minum kopi yang sangat spesial menyebabkan istilah coffee break pun muncul di setiap acara resmi seperti seminar, lokakarya, rapat dan pertemuan resmi. Dalam sehari, penggemar kopi bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi untuk menemani aktivitas di pagi, siang, sore, dan malam hari. Sekalipun demikian, kenyataannya jarang diamati apa dampak negatif kopi bagi kesehatan. Hal  yang sering diketahui setelah minum kopi adalah badan terasa segar dan rasa kantuk hilang. Pola konsumsi kopi secara perlahan mampu merubah kebiasaan masyarakat menjadi sebuah bagian dari gaya hidup.

Sebenarnya, kopi mengandung sejenis senyawa kimia turunan xantin, yang kita kenal dengan nama kafein. Kafein merupakan senyawa kimia alkoholid yang dikenal sebagai trimetilsanin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%. Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosine dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin. Kafein dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak) sistem pernafasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Tidak heran jika setiap kita minum kopi dalam jumlah yang wajar (1-3 cangkir), tubuh kita akan terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah, atau  mengantuk. Dampak positif ini hanya berlaku untuk orang yang belajar ilmu sosial atau ilmu hafal, namun tidak berlaku untuk orang yang pekerjaannnya membutuhkan ketelitian, kerapian, dan ketepatan menghitung (Eti Syahrianti, 2009).

sumber: instagram @kedaidesadingin

Orang Indonesia hanya mengenal 2 jenis kopi saja, yaitu kopi tubruk dan kopi instant atau yang dikenal dengan kopi arabika dan kopi robusta. Setidaknya, ada 4 jenis kopi, yaitu arabika, robusta, liberika, dan excelso. Kopi liberika peredarannya sangat kecil dibandingkan jenis kopi yang lainnya. Liberika banyak terdapat di pedalaman Kalimantan dan sudah berabad lamanya menjadi minuman tradisional suku Dayak.

Sementara itu, jenis arabika merupakan kopi tradisional dan pada umumnya dianggap paling enak rasanya. Lain halnya dengan kopi robusta, kopi ini diyakini memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Kopi robusta biasanya tidak dinikmati sendiri karena rasanya yang pahit dan asam. Kopi robusta dengan kualitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso. Macam-macam kopi yang sering dijumpai di kalangan masyarakat adalah Espresso, Macchiato, Cappuccino, Marachino, Ristretto, Long Black, Short Macchiato, Long Macchiato, Flat White, Latte, Mocha, dan Affogato.

Selain manfaatnya untuk kesehatan, ternyata kopi juga memiliki keburukan, salah satunya adalah ketergantungan. Pada dosis sedang kafein akan meningkatkan produksi asam lambung sehingga dapat memperbesar resiko penyakit lambung, tukak lambung, atau tukak usus halus. Minum kopi berbahaya bagi penderita hipertensi karena bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Kopi juga meningkatkan aliran darah ke ginjal sehingga produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau setelah mengkonsumsi kopi, kandung kemih menjadi cepat penuh.

Minum kopi terlalu banyak juga bisa mengurangi kesuburan pada wanita, terlebih bila dikombinasikan dengan alkohol. Pada wanita usia menopause, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah  resiko osteoporosis. Kafein dalam kopi juga dapat menimbulkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang, dan cepat marah. Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein karena dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin, kopi dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuk kopi pada ibu hamil adalah menyebabkan keguguran. Faktor yang mempengaruhi efek samping kopi adalah dosis, adaptasi tubuh, sinyal bahaya, dan kondisi tubuh, sedangkan faktor yang menimbulkan efek samping kopi adalah kandungan kafein, frekuensi dalam mengkonsumsi, jumlah atau takaran saji, dan cara penyajian (Bealer, 2010).

Fakta yang salah tentang kopi yaitu kopi identik dengan rokok, kopi dianggap bertanggung jawab atas terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta kanker paru-paru. Kopi dimasukkan ke dalam kategori golongan minuman tidak sehat kerena kandungan kafein. Kandungan kafein pada kopi mampu menghilangkan kantuk dan mempercepat detak jantung serta meningkatkan kekhawatiran dan kegelisahan, mengkonsumsi 100 gram kopi adalah mematikan.

Ternyata di kalangan masyarakat, orang masih belum banyak yang mengetahui tentang efek samping kopi bagi kesehatan. Mereka hanya merasakan kenikmatan yang diberikan kopi, hingga mereka tidak sadar sehari telah menghabiskan beberapa gelas kopi. Jika anda sudah mengalami dampak negatif kopi, maka anda dapat mengatasinya dengan mengubah beberapa kebiasaan buruk anda (by Vidia; edited: nrl).

 

Sumber:

Syahrianti, Eti. 2009. I Love Coffe n Tea.

Braler, Bonnie K. 2010. Mircle of Caffein

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories
Find a Doctor


Temukan tenaga medis dan staff kami disini.

Search Staff