BENCHMARKING KE SLEMAN, YOGYAKARTA

Baru-baru ini Puskesmas Gucialit bersama 10 Puskesmas lain se-Kabupaten Lumajang mengikuti benchmarking atau kaji banding ke tiga Puskesmas di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogykarta (DIY). Acara yang diselenggarakan oleh Badan Diklat ini diharapkan dapat membantu Puskesmas di Lumajang untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang hal-hal yang harus dicapai untuk menjadi Puskesmas yang terakreditasi.

Tim Puskesmas Gucialit yang  dipimpin langsung oleh dr.Ima Rifiyanti mendapatkan kesempatan untuk belajar pada Puskesmas Depok I. Banyak perbedaan signifikan antara Puskesmas Gucialit dan Puskesmas Depok I, akan tetapi masing- masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Puskesmas Depok I telah mendapatkan sertifikat ISO terlebih dahulu sebelum terakreditasi. Selain itu pengelolaan keuangannya berbasis BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Dengan sistem ini tidak ada layanan gratis di sana kecuali masyarakat miskin (maskin). Bagi yang tidak miskin maka wajib memakai asuransi/JKN atau membayar. Selain itu inovasi yang dilakukan oleh Depok I berbasis layanan perorangan, yaitu kesehatan haji dan jiwa,  sedangkan upaya program inovasi Puskesmas Gucialit berbasis pemberdayaan masyrakat (Suami Siaga).

Menurut dr. Ima banyak manfaat yang telah dirasakan oleh teman-teman staf yang ikut acara kaji banding ini. Diskusi dan sharing dengan sesama karyawan Depok I sangat memperkaya pengetahuan. Observasi implementasi dari instrumen akreditasi juga membuat kita bisa memaknai lebih nyata dari elemen-elemen penilaian akreditasi.

Selain Puskesmas Gucialit, terdapat sembilan Puskesmas lain yang ikut dalam kaji banding ini, antara lain Puskesmas Sukodono, Ranuyoso, Tempeh, Candipuro, Pasirian, Sumbersari, Kunir, Jatiroto, dan Bades. (by:Ima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories
Find a Doctor


Temukan tenaga medis dan staff kami disini.

Search Staff