BERDAMAI DENGAN PRE EKLAMPSIA

Oleh   : dr. Ima Rifiyanti (Kepala Puskesmas Gucialit  Lumajang)

Membaca judul di atas, mungkin pembaca bertanya-tanya, apakah gerangan maksudnya. Pre Eklampsia dalam bahasa  popular dikenal sebagai Keracunan kehamilan.selama ini merupakan momok menakutkan, bagi para   ibu hamil karena bisa berkembang menjadi eklampsia (kejang dalam kehamilan). Pre Eklampsia/Eklampsia (PE/E) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di sermua negara termasuk Indonesia . WHO 2004  merilis data bahwa sekitar 585 000 perempuan meninggal dunia setiap hari akibat komplikasi kehamilan, persalinan dan aborsi yang tidak aman. Itu berarti setiap satu menit satu orang perempuan meninggal dunia . Di Indonesia dari lima juta kelahiran hidup setiap tahunnya diperkirakan 20.000 wanita meninggal dunia akibat kehamilan atau persalinan . Dan sebesar 13% diantaranya disebabkan karena pre eklampsia/eklampsia. Sedangkan eklampsia bersamaan dengan infeksi dan pendarahan bisa mencapai 75-80% penyebab kematian maternal. Tulisan ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman, khususnya pengalaman mengalami pre eklampsia yang penulis alami sendiri, bagaimana penulis melewati hari-hari  yang mendebarkan menunggu kelahiran bersama  Si Pre Eklampsia, hingga akhirnya penulis memutuskan untuk “berdamai” dengan tamu tak diundang ini. Menikmati kebersamaan sambil mewaspadai berbagai kemungkinan yang terjadi berbekal optimisme tinggi & kepasrahan total pada Allah SWT sehingga akhirnya takdir Allah membawa  penulis dalam kebahagiaan akan lancarnya proses persalinan &lahirnya bayi yang sehat.

Pre Eklampsia  adalah penyakit yang mengenai ibu hamil, yang ditandai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan proteinuri (ditemukannya protein dalam urin). Penyakit ini biasanya timbul pada trimester ketiga kehamilan, biasanya  mulai  usia kehamilan 20 minggu. Hipertensi seringkali merupakan gejala yang muncul lebih dulu ditandai dengan kenaikan tekanan darah sistolik >30  mmHg dari nilai normal atau mencapai 140 mmHg dan kenaikan tekanan darah diastolik >15 mmHg atau mencapai 90 mmHg. Agar lebih afdol pemeriksaan tekanan darah dilakukan dua kali berturut-turut dalam kondisi istirahat selang waktu 6 jam. Setelahnya bisa muncul proteinuria . Proteinuria ditandai dengan ditemukannya protein dalam urin 24 jam yang kadarnya melebihi 0.3 gram/liter atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan 1+ atau 2+ . Biasanya pemeriksaan kualitatif inilah yang dipakai di puskesmas-puskesmas dan bidan desa.   Umumnya proteinuria timbul lebih lambat, sehingga adanya proteinuria harus dianggap sebagai tanda yang serius. Selain dua tanda di atas, adanya edema (bengkak) karena adanya penumpukan cairan secara umum dan berlebihan di jaringan tubuh harus tetap diwaspadai. Edema dapat menyebabkan kenaikan berat badan tubuh. Normalnya, wanita hamil mengalami kenaikan berat badan sekitar 0.5 kg per minggu. Apabila kenaikan berat badannya lebih dari normal, perlu dicurigai bahwa itu akibat edema yang merupakan tanda  pre-eklampsia.
Preeklampsia pada perkembangannya dapat berkembang menjadi eklampsia, yang ditandai dengan timbulnya kejang . kalau sudah terjadi kejang ibu hamil rawan menderita  DIC (Disseminated intravascular coagulation) yang menyebabkan kerusakan kompleks  berbagai organ, sehingga eklampsia dapat berakibat fatal hingga kematian.

Preeklampsia dapat ditemui  terutama kehamilan pertama. Kejadian pre eklampsia tinggi pada wanita yang usia kehamilan pertamanya  kurang dari 25 tahun, sedangkan pada usia lebih dari 35 tahun bisa terjadi hipertensi laten dan pre eklampsia berat. Riwayat pre-eklampsia/eklampsia pada ibu/nenek penderita juga di tengarai sebagai faktor resiko terjadinya pre eklampsia/eklampsia.

Faktor lain adalah di duga  adanya suatu sifat resesif (recessive trait), yang ditentukan genotip (sifat gen yang tidak tampak) pada ibu dan janin. Dari satu penelitian disebutkan pula bahwa  kekurangan kalsium berhubungan dengan angka kejadian pre eklampsia/eklampsia yang tinggi. Angka kejadian juga lebih tinggi pada ibu hamil yang obese/ overweight.

Pre eklampsia /Eklampsia yang tidak tertangani dengan baik 4,9 kali lebih besar kemungkinannnya akan mengalami kematian perinatal/kematian bayi. Sedangkan kematian ibu biasanya disebabkan oleh gagalnya fungsi organ-organ termasuk ginjal dan hati. Janin juga rentan mengalami sindroma Pertumbuhan Janin Terganggu (PJT) sehingga bisa berakibat prematuritas janin, Berat bayi Lahir rendah (BBLR) dan gangguan pembentukan organ-organ tertentu.

Nyeri kepala yang amat sangat, terutama pada awal-awal kehamilan , penambahan berat badan bumil yang melebihi normal dan pandangan mata kabur adalah beberapa gejala pre eklampsia/eklampsia. Namun tanda-tanda ini tidak selalu ada, dan walaupun ada bisa bersifat sepintas, atau pada saat muncul kondisi bumil sebenarnya sudah diambang kegawatan.

Oleh karenanya tidak ada solusi lain dan tidak ada lalasan lain untuk mengetahui sedini mungkin adanya pre eklampsi/eklampsia adalah dengan cara pemeriksaan bumil ke tenaga kesehatan (bidan, dokter, dokter ahli kandungan ) secara teratur. Apabila memang positif diketahui adanya pre eklampsia/eklampsia  kunjungan harus ditingkatkan agar tidak terjadi kegawatan ibu dan janin.

Dengan  terapi konservatif (menggunakan obat) dan  istirahat cukup  bumil bisa  melalui pre eklampsia dengan selamat. Inti dari pengobatan pre eklampsia/eklampsia adalah mencegah tekanan darah naik tak terkendali dan mengenali kapan saat kegawatan terjadi  Maka pengobatan dilakukan dengan minum anti hipertensi yang aman antara lain Nifedipin 2-3 kali 5-10 mg  Bagi yang memilih pengobatan herbal dapat mengkonsumsi Habbatus Tsauda(Nigella Sativa/jintan hitam) kemasan kapsul 3 kali 2 kapsul setiap hari. Selain itu dari salah satu penelitian ditemukan bahwa konsumsi kalsium 1 gram per hari dapat  mencegah komplikasi pre eklampsia/ eklampsia. Vitamin juga patut dipertimbangkan di mana bisa memilih vitamin yang mengandung anti oksidan untuk menjaga permeabilitas dinding pembuluh darah .

Dengan ikhtiar di atas ditambah istirahat cukup ,menurut pengalaman penulis dapat menyelamatkan ibu dari perdarahan otak dan gagal organ, juga menyelamatkan bayi dari prematuritas dan komplikasi lainnya. Kehamilan bisa diterminasi /diakhiri bila menginjak usia kehamilan minimal 37 minggu atau lebih. Jika sebelum usia kehamilan 37 minggu didapatkan nyeri kepala amat sangat , pandangan kabur dan tekanan darah melonjak drastis sebaknya langsung menghubungi dokter spesialis kandungan&kebidanan.

Hal yang penulis yakin sangat berpengaruh pada penyembuhan pre eklampsia/eklampsia adalah berdamai dengan penyakit itu sendiri. Keikhlasan akan membawa ketenangan dan kepasrahan akan apapun hasil dari ikhtiar kita yang maksimal. Dan yang tidak kalah pentingnya bahkan amat penting yaitu berdoa memohon kebaikan dari Allah SWT serta memperbanyak sedekah. Wallaahu a’lam bish showwab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories
Find a Doctor


Temukan tenaga medis dan staff kami disini.

Search Staff