IBU BIJAK, BANGSA KUAT

Oleh       :  Ima Rifiyanti  (Dokter Umum Puskesmas Gucialit, Lumajang)

Indonesia sedang berusaha untuk mencapai tujuan dalam Millenium Development Goals (MDG’s) ,sebuah bentuk pengakuan dunia internasional akan kualitas suatu bangsa. Salah satu butir dalam MDG’s yang sangat ingin kita penuhi adalah menurukan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Anak (bayi & balita).

Berbagai strategi  telah dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan dalam pencapaian MDG’s bidang kesehatan. Semua segmen usia juga telah mempunyai program strategi   yang terangkum dalam Kesehatan Keluarga (Kesga). Itu berarti warga negara Indonesia telah dibuatkan garis haluan bagaimana hidup sehat dan berkualitas  sejak dalam kandungan hingga kakek nenek. Ibu sebagai rantai utama memegang peranan penting dalam kesuksesan program tersebut. Walaupun  demikian peran ayah juga mulai didorong untuk tampil. Dan menurut hemat penulis mau tidak mau peran orang tua dan bagaimana menjadi orang tua yang bertanggung jawab harus mulai dipikirkan sebagai isu sentral salam pembangunan kesehatan kita,agar lahir kesadaran kolektif dan pro aktif dalam penyehatan  keluarga sebagai salah satu parameter visi sukses pasangan orang tua.

Mempunyai anak yang sukses menjadi dambaan para orang tua.  Bagi penulis pribadi pencapaian MDG’s secara tidak langsung bisa dijadikan jaminan akan lingkungan (pemerintah/system)  yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung keberhasilan seorang anak kelak. Dengan kesadaran tersebut, maka tidak pada tempatnya apabila kita “hanya” menyerahkan keberhasilan anak-anak kita hanya kepada lingkungan (sekolah, guru, kebijakan pemerintah dll) akan tetapi  orang tua sebagai nahkoda harus pandai dalam memanfaatkan potensi lingkungan tersebut untuk mengemban amanah Allah SWT. Ibu , merupakan sosok yang potensial dalam mengimplementasikan itu semua. Seorang ibu harus senantiasa belajar, bertanya dan berlatih bagaimana memberikan pola asuh yang baik pada anak-anaknya. Seorang ibu hendaknya mempunyai forum sharing,curhat atau  komunitas agar permasalahan yang dihadapai dalam membina keluarga khususnya mengasuh anak dapat dikonsultasikan . Sebagai contoh forum sharing antara lain posyandu, kelas ibu, pengajian-pengajian, forum keluarga besar, arisan , milis parenting atau forum-forum berbasis hobi dan profesi. Seorang ibu juga harus bijak memanfaatkan sumber daya informasi dan teknologi yang ada mulai dari media cetak, elektronik dan internet.

Seorang ibu  terlahir dengan perasaan yang kuat dan intuisi yang tajam. Ini adalah bekal utama dalam mengasuh anak. Walaupun Intuisi ibu sangat layak dipercaya,namun dalam mengasuh anak,ibu tidak bisa hanya mengandalkan intuisi . Ada seni, ada sains/ ilmu dalam mengasuh (mendidik, menyehatkan) anak yang mau tidak mau harus dipelajari. Bagaimana cara mengajarkan kebiasaan(habituation) ,bagaimana membentuk pola pikir  sehingga membentuk karakter dan bagaimana menanamkan keyakinan hidup pada anak  adalah beberapa hal yang tidak mungkin dicapai tanpa ilmu.

Parent Education: salah satu cara peningkat pengetahuan orang tua mengasuh anak (by: nrl)

Salah satu tanggung jawab orang tua yang  sangat sederhana tapi sangat bermakna bagi hidup anak kita kelak adalah memberikan  lingkungan yang alami dan sehat

Memberikan lingkungan yang sehat bagi anak termasuk didalamnya adalah menjaga agar udara yang dihirup oleh anak-anak  kita adalah udara bersih,tidak  tercemar asap rokok dan polusi. Menyiapkan air minum yang bersih dan sehat, menyediakan makanan segar  yang mengandung bahan makanan yang berkualitas, bersih , mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh anak kita dan tidak lupa menyajikan dalam menu yang menarik, penuh warna dan penuh cinta.

Kemiskinan seringkali  menjadikan usaha kita dalam memenuhi itu semua menjadi surut. Hal yang tak bisa dipungkiri,tapi bukan berarti tidak dapat dipecahkan. Indonesia merupakan negara makmur yang diberkahi dengan hujan melimpah dan sinar matahari sepanjang tahun. Eksplorasi bahan makanan alami yang murah dan tehnik penyajian dapat menjawab kekhawatiran para ibu. Protein jamur tak kalah kaya dari susu, dan potensi peternakan kita sangat melimpah. Selain dapat menggairahkan perekonomian rakyat juga meningkatkan kualitas bahan makanan yang lebih alami. Sayur bisa kita tanam sendiri di halaman rumah, bahkan menanam buah dalam pot bisa membuat kita bak petani kaya raya yang bisa panen buah sepanjang tahun. Minum susu segar dari peternak-peternak lokal bisa jadi  lebih sehat dan murah daripada mengkonsumsi susu instan. Membuat minuman alami dari rempah-rempah akan lebih menyehatkan daripada mengkonsumsi softdrink.

Para ibu memang harus telaten dalam mengubah gaya hidup keluarga menuju gaya hidup sehat. Tapi kalau kita menjadikan hal ini sebagai gerakan bersama, maka akan terasa ringan karena terbiasa dan akhirnya membentuk karakter. Karakter bangsa yang bermartabat dan mandiri.

Puskesmas merupakan tempat  terdekat dan terjangkau bagi para ibu untuk menanyakan segala hal tentang paparan yang telah tersebut di atas. Temui dokter puskesmas, sanitarian, ahli gizi  atau paramedis dan staf puskesmas untuk membantu para ibu. Dengan kesadaran para ibu dan diikuti dengan tindakan nyata dalam menyehatkan keluarga,maka pemerintah akan sangat terbantu  dalam menyehatkan bangsa . Yakinlah, bahwa hal tersebut adalah tugas utama para Ibu dalam mengemban amanah Allah, jauh melampaui tugas-tugas sosial yang lain. Dengan demikian anda para Ibu yang bijak akan menjadi  pahlawan-pahlawan yang akan menghasilkan generasi  bangsa Indonesia yang lebih sehat, bermartabat, dan berbudaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories
Find a Doctor


Temukan tenaga medis dan staff kami disini.

Search Staff