Berita

Meriahkan HKN, Puskesmas Gucialit Screening PTM

 

Gucialit, Lumajang – 08 Desember 2016 – Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Gucialit tidak seperti biasanya. HKN tahun ini dimeriahkan dengan kegiatan istimewa teruntuk para lansia, yaitu screening Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan ini dilaksanakan di balai Desa Gucialit (Selasa, 06 Desember 2016) dan di balai Dusun Sidorukun (Rabu, 07 Desember 2016). Antusiasme masyakarat mengikuti kegiatan ini tergolong tinggi. Dalam dua hari, 174 penduduk mengikuti kegiatan ini. Pemeriksaan dalam kegiatan ini meliputi pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan gula darah.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memeriahkan HKN Tahun 2016, deteksi dini penyakit tidak menular, sekaligus memberikan pelayanan lebih dekat bagi masyarakat yang jarang berkunjung ke Puskesmas. Sebelum kegiatan pemeriksaan, masyarakat juga diberikan penyuluhan terlebih dahulu terkait apa itu penyakit tidak menular. Salah satu isi dari materi penyuluhan adalah upaya yang harus dilakukan dalam menghindari penyakit tidak menular.

“CERDIK merupakan upaya dalam menghindari penyakit tidak menular. CERDIK ini merupakan sebuah singkatan dari cek tekanan darah secara teratur, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress,” ujar Kak Azizah, tenaga kesehatan teladan Puskesmas Gucialit.

Penyakit tidak menular yang menyerang manusia mempunyai durasi panjang. Terdapat empat  jenis penyakit tidak menular menurut WHO. Penyakit-penyakit tersebut antara lain penyakit kardiovaskular (seperti serangan jantung/stroke), kanker, diabetes, dan penyakit pernafasan kronis. (dna.zeze/edit:nrl)

BENCHMARKING KE SLEMAN, YOGYAKARTA

Baru-baru ini Puskesmas Gucialit bersama 10 Puskesmas lain se-Kabupaten Lumajang mengikuti benchmarking atau kaji banding ke tiga Puskesmas di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogykarta (DIY). Acara yang diselenggarakan oleh Badan Diklat ini diharapkan dapat membantu Puskesmas di Lumajang untuk mendapat gambaran lebih jelas tentang hal-hal yang harus dicapai untuk menjadi Puskesmas yang terakreditasi.

Tim Puskesmas Gucialit yang  dipimpin langsung oleh dr.Ima Rifiyanti mendapatkan kesempatan untuk belajar pada Puskesmas Depok I. Banyak perbedaan signifikan antara Puskesmas Gucialit dan Puskesmas Depok I, akan tetapi masing- masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Puskesmas Depok I telah mendapatkan sertifikat ISO terlebih dahulu sebelum terakreditasi. Selain itu pengelolaan keuangannya berbasis BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Dengan sistem ini tidak ada layanan gratis di sana kecuali masyarakat miskin (maskin). Bagi yang tidak miskin maka wajib memakai asuransi/JKN atau membayar. Selain itu inovasi yang dilakukan oleh Depok I berbasis layanan perorangan, yaitu kesehatan haji dan jiwa,  sedangkan upaya program inovasi Puskesmas Gucialit berbasis pemberdayaan masyrakat (Suami Siaga).

Menurut dr. Ima banyak manfaat yang telah dirasakan oleh teman-teman staf yang ikut acara kaji banding ini. Diskusi dan sharing dengan sesama karyawan Depok I sangat memperkaya pengetahuan. Observasi implementasi dari instrumen akreditasi juga membuat kita bisa memaknai lebih nyata dari elemen-elemen penilaian akreditasi.

Selain Puskesmas Gucialit, terdapat sembilan Puskesmas lain yang ikut dalam kaji banding ini, antara lain Puskesmas Sukodono, Ranuyoso, Tempeh, Candipuro, Pasirian, Sumbersari, Kunir, Jatiroto, dan Bades. (by:Ima)

GUCIALIT AKAN JADI PILOT PROJECT PATEN KABUPATEN LUMAJANG

 

Kecamatan Gucialit beserta UPT terkait (Puskesmas Gucialit & UPT.Pendidikan) baru-baru ini diundang dalam acara Lokakarya Pemetaan Kecamatan Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kabupaten/Kota  Dampingan KOMPAK Provinsi Jawa Timur. Acara ini digelar di Ballroom Shantika Premier Gubeng, Surabaya, 20-22 Desember 2016. Sebanyak empat kabupaten dampingan dan beberapa kabupaten non dampingan KOMPAK hadir untuk mendiskusikan apa peran kecamatan kedepannya agar pelayanan publik kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik. Dalam hal ini, Kabupaten Lumajang diwakili oleh dua kecamatan dampingan KOMPAK, yaitu Kecamatan Pasirian dan Gucialit. Sedangkan peserta lainnya mewakili instansi terkait terdiri dari instansi tingkat Kabupaten, Bappeda, bagian organisasi, bagian hukum, DPKAD, Forum Lumajang Sehat, unsur kecamatan, UPT Pendidikan, Puskesmas, dan perwakilan Kepala Desa.

Menurut Dokter Ima Rifiyanti, Kepala Puskesmas Gucialit yang hadir dalam acara tersebut, pemetaan peran kecamatan akan bermuara pada pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat. Hal ini diharapkan akan mempercepat pelayanan dasar di Kecamatan.

 

PUSKESMAS GUCIALIT GELAR WORKSHOP ARTIKEL KESEHATAN POPULER

 

sumber gambar: www.maxmanroe.com

Dalam rangka memperingati hari HIV–AIDS se-dunia tahun 2016 Puskesmas Gucialit mengadakan workshop Penulisan Artikel Kesehatan Populer. Acara ini digelar pada tanggal 14 Desember 2016 di Balai Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit. Hadir sebagai pembicara Bpk. Suharyo, penulis senior Lumajang yang juga sebagai pemimpin redaksi majalah Sakinah dan sakinahpenyejukhationline.com. Suharyo menyampaikan materi tentang jenis–jenis tulisan, tips menulis, dan praktek praktis menulis. Suharyo memberi apresiasi terhadap Puskesmas Gucialit  yang mau mengadakan acara yang jarang diminati ini. Menurut Suharyo siapapun bisa menulis asal mau berlatih. Jika sudah menulis, maka harus ada wadah untuk menampung dan mengapresiasi tulisa itu, agar penulis tetap semangat dalam berkarya.

Dalam acara ini hadir 25 peserta dari sekolah menengah pertama se-Kecamatan Gucialit dan dari unsur Karang Taruna Desa Kenongo. Dua puluh lima peserta yang hadir ini diharap bisa menindaklanjuti hasil workshop dengan mengirim artikel bertema HIV AIDS kepanitia. Tiga artikel terbaik akan diberi penghargaan. Sedangkan semua artikel akan diunggah di website resmi Puskesmas Gucialit. Ima Rifiyanti, Kepala Puskesmas Gucialit sangat senang atas terselenggaranya acara ini. Sengaja dipilih Balai Desa Kenongo karena Ima ingin memberi penegasan bahwa acara ini dilaksanakan berbasis pemberdayaan desa dengan kolaborasi dana Desa Kenongo dan Puskesmas. Selain itu juga sebagai stimulan bagi desa lain agar berlomba-lomba menggunakan dana desa untuk ranah pendidikan dan kesehatan. Ima berharap agar peserta workshop bisa didampingi oleh tim website Puskesmas Gucialit dan akan dibentuk komunitas penulis atau semacam citizen journalism. Selanjutnya peserta yang tergabung dalam jurnalis warga ini akan menjadi juru kampanye sehat yang akan mengkampanyekan gaya hidup sehat di masyarakat terutama di kalangan muda. Ima mengatakan perkembangan isu di medsos yang amat cepat harus dimaknai positif sebagai sumber daya informasi yang bermanfaat. Selain itu, masyarakat Gucialit juga sudah mulai familiar dengan internet. Maka tidaklah berlebihan kiranya jika Puskesmas Gucialit mulai melirik website sebagai media informasi dan komunikasi dengan masyarakat pengguna layanan (by: Ima).

Kolaborasi Puskesmas Gucialit dan PMI, Wujudkan Sekolah Sehat

photo by: nrl

photo by: nrl

Gucialit, Lumajang –29 Oktober 2016– HUT PMI ke-71 digelar di Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dibuka dengan peresmian bantuan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dari PMI serta mitranya di beberapa sekolah di Kecamatan Gucialit. Bantuan PMI ini diresmikan oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala PMI Cabang Lumajang. Sekolah yang ditunjuk sebagai perwakilan adalah SDN 3 Gucialit. Kegiatan ini dimeriahkan dengan senam cuci tangan oleh siswa-siswi SDN 3 Gucialit. Bantuan fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) ini telah dilakukan sejak setahun yang lalu.

photo by: nrl

Bersama dengan promkes dan sanitarian Puskesmas Gucialit, PMI juga melakukan promosi kesehatan kepada para siswa-siswi SDN di Kecamatan Gucialit. Kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan meliputi edukasi cara mencuci tangan, kebersihan diri, serta sikat gigi bersama. Selain di SDN 3 Gucialit, terdapat beberapa sekolah lainnya yang mendapat bantuan PMI seperti SDN 2 Wonokerto, SDN 4 Gucialit, dan SDN 1 Gucialit.

Bantuan WASH ini merupakan kerjasama antara PT Samsung Electronics Indonesia (SENI) dengan Palang Merah Korea, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). Bantuan WASH merupakan bantuan terkait dengan pemberdayaan air bersih dan sanitasi. Program WASH di Gucialit ini telah dimulai mulai 2015. (by:nrl)

photo by: nrl

Suami siaga – Pameran di Kupang

img-20160914-wa0000Beberapa waktu lalu KEMENPANRB mengunadang pemerintah kabupaten Lumajang untuk mengikuti pameran pelayanan publik di NTT. Hal ini dimaksudkan untuk transfer atau replikasi inovasi layanan publik

Categories
Find a Doctor


Temukan tenaga medis dan staff kami disini.

Search Staff